Sunday, April 12, 2009

Manfaat Mendongengkan Anak Sebelum Tidur

Assalammualikum wr.wb 
Dunia Anak - Selamat pagi semua, salam hangat untuk seluruh keluarga diseluruh Indonesia pagi ini saya akan membahas manfaat membacakan buku atau mendongenkan anak sebelum tidur mungkin sudah jarang dilakukan orangtua. Padahal ada banyak manfaat yang bisa diperoleh jika anak didongengkan cerita sebelum tidur.
"Manfaat yang bisa didapatkan anak-anak dari rutinitas mendongengkan cerita sebelum tidur tidak hanya untuk intelektualnya saja, tapi juga secara emosional," ujar Dr Terri Apter, seorang psikolog sosial di University Cambridge, seperti dikutip dari HealthToday, Kamis (2/9/2010).
6 Manfaat Mendongengkan Anak Sebelum Tidur 

Dongeng atau membaca buku cerita sebelum tidur tidak hanya bermanfaat bagi balita dan anak-anak, karena kaum remaja pun masih bisa mendapatkan manfaatnya.

Ini dia beberapa manfaat yang bisa didapatkan melalui kegiatan mendongeng sebelum tidur, yaitu:

>> Membantu perkembangan bicara dan bahasa anak
Mengajarkan anak berbicara sudah bisa dimulai sejak awal kehamilan, karena orangtua yang mengajak anaknya berbicara akan direspons oleh otak anak dan berusaha untuk menyerap suara serta bahasa yang digunakan ibunya.

Jika kebiasaan mendongengkan anak sebelum tidur ini berlanjut, maka akan mendorong anak untuk berbicara dan mengembangkan kemampuan bahasanya. Cara ini merupakan salah satu teknik belajar yang menyenangkan bagi anak.

>> Membantu menenangkan anak yang menangis
Membacakan dongeng sebelum tidur adalah salah satu cara penghilang stres yang efektif. Biasanya orangtua akan membacakan cerita dalam suasana santai dan nyaman, dramatisasi dengan membuat intonasi nada yang berbeda akan membuat anak tertarik untuk mendengarkan cerita. Lama kelamaan anak-anak akan merasa nyaman sehingga tingkat stresnya berkurang.
 

>> Membantu meningkatkan IQ anak
Pada anak yang baru belajar membaca, mendongengkan buku cerita yang sama berulang-ulang bisa membantunya mengajarkan bahasa, meningkatkan memori dan mengembangkan imajinasi. Saat pertama kali mendengarkan cerita, anak tidak bisa menangkap semuanya. Tapi jika diulang-ulang, maka anak akan memperhatikan pola dan urutan dari cerita tersebut.

Orangtua harus memperhatikan jenis buku cerita yang akan didongengkan pada anak, misalnya tidak boleh membacakan cerita yang terlalu merangsang atau menakutkan bagi anak. Serta lakukan dengan cara yang positif dan menyenangkan agar bisa bermanfaat bagi anak.
 

>> Membantu anak agar cinta dengan buku
Membacakan sebuah cerita sebelum anak tidur akan membuat anak mencintai buku dan menjadi senang membaca. Jika anak sudah cinta dengan buku, maka anak akan melihat buku sebagai teman yang menyenangkan seperti halnya mainan. Buku merupakan salah satu media aktif yang dapat menjaga kerja otak anak dan membantu anak menjadi lebih kreatif.

>> Membantu mengembangkan keterampilan mendengarkan anak
Jika anak ingin memahami isi dari buku yang didongengkan, maka anak harus mendengarkan ceritanya. Karena itu anak akan menyiapkan pikirannya untuk menyerap kata-kata yang diucapkan orangtua dan menciptakan kata sendiri untuk memahaminya. Jadi anak akan mendengarkan dengan seksama dan berusaha menguasai keterampilan ini. Selain itu, cara ini juga membantu meningkatkan komunikasi yang baik antara orangtua dan anak.

>> Membantu anak memiliki pola tidur yang sehat
Ketika anak-anak sudah terbiasa mendengarkan cerita sebelum tidur, maka ritual nyaman ini akan menjadi alarm bagi anak bahwa setelah itu adalah saatnya tidur. Kondisi ini akan membantu anak memiliki jam tidur dan bangun yang sama setiap harinya, karena itu dianjurkan untuk melakukan rutinitas ini pada jam yang sama sejak anak masih kecil.


itulah 6 Manfaat mendongengkan anak sebelum tidur semoga ini bisa menjadi refrensi keluarga untuk hari ini,Terimakasih...
Wassalammualikum wr.wb

Thursday, March 19, 2009

Masa Usia Emas Anak (Golden Age)

Assalammualaikum wr.wb
 
Dunia Anak - Siang ini dengan postingan awal saya perkenankan saya untuk membahas "Masa Usia Emas Anak (Golden Age)". Keistimewaan anak sangat berbeda-beda, untuk menghadapi tentunya sangat menguji kesabaran. Salah satu caranya adalah dengan menerapkan disiplin pada anak tanpa menghukumnya secara berlebihan bila sang anak melakukan kesalahan. Untuk menegakkan disiplin tersebut, orangtua dapat memulainya dengan membuat perjanjian kecil dengan sang anak agar mengerti mana hal yang baik dan benar, namun dengan cara yang tidak menyinggung mereka.


Di atas semua itu, sangat penting bagi orangtua untuk menjaga komunikasi, bersabar dan lebih memberikan kasih sayang pada sang anak hiperaktif, serta mencurahkan perhatian terhadap semua tingkah lakunya agar tetap berada dalam kontrol. Di sini sangat membutuhkan peran besar orang tua, tapi ada beberapa tipe anak hiperaktif. Penyebabnya pun berbeda-beda, asupan makanan pun sangat mempengaruhi.


Banyak penelitian menunjukkan betapa masa dini usia, yaitu masa lima tahun ke bawah, merupakan golden ages (masa keemasan) bagi bagi perkembangan kecerdasan anak. Salah satu hasil penelitian menyebutkan bahwa pada usia 4 tahun kapasitas kecerdasan anak telah mencapai 50%. Seperti diungkapkan Direktur Pendidikan Anak Dini Usia (PADU), Depdiknas, Dr. Gutama, kapasi
tas kecerdasan itu mencapai 80% di usia 8 tahun. Ini menunjukkan pentingnya memberikan perangsangan pada anak dini usia, sebelum masuk sekolah.

Setiap bayi memiliki potensi milyaran sel otak yang siap mendapat rangsangan. Sentuhan, lingkungan yang ramah otak, dan hands on, adalah beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan fungsi otak anak. Sebagian ahli berpendapat, sel otak seorang bayi sebanyak bintang yang bertebaran di langit. Ada pula yang menduga, jumlah sel otak kurang lebih 100 milyar. Seluruh sel ini punya peran penting dalam menunjang fungsi otak sebagai pengatur semua kemampuan manusia di masa dewasa.
Namun, meski ada milyaran sel otak, nyatanya tak semuanya berkembang sempurna, karena amat tergantung pada stimulasi yang diterimanya.
Konsultan Keluarga Budi Darmawan, menyatakan stimulasi ini memang amat menentukan sejauh mana jaringan sel-sel otak dapat berkembang. Jika sedikit mendapat stimulasi, bisa jadi yang berkembang 
hanya 1 persen dari sekian milyar sel otak. Sebaliknya, bila stimulasinya banyak, perkembangannya pun bisa lebih besar lagi.

Maxwell Malt, seorang peneliti asal Amerika mengemukakan pendapatnya tentang hubungan sel otak yang aktif dengan kecerdasan. Bila manusia dapat mengaktifkan sekitar 7 persen saja dari sel otaknya, ujar Malt, maka gambaran kecerdasan orang itu adalah bisa menguasai 12 bahasa dunia, memiliki 5 gelar kesarjanaan, dan hapal ensiklopedi lembar-demi lembar, huruf demi huruf, yang satu setnya terdiri dari beberapa puluh buku. Menanggapi ini, Budi Darmawan menyatakan, “Kalau kemampuan itu digunakan seorang muslim untuk menghapal, tentu dia mampu menghapal Qur’an dan sunnah Rasulullah sekaligus.”

Lima tahun pertama kehidupan anak merupakan masa pesat perkembangan otak hingga masa ini sering disebut sebagai golden periode. Bahkan, anak di usia 5 tahun pertama diketahui punya kemampuan photographic memory, mengingat seperti mata kamera. Di atas lima tahun, kemampuan memorinya menurun.
Tidak sehebat dan sepeka di masa keemasan ini.Lebih jauh Emmy Soekresno, Konsultan pendidikan Jerapah Kecil, menjelaskan, meski secara keseluruhan, fungsi otak bekerja bersamaan, namun, ada penekanan-penekanan atau waktu prima (prime time) bagi otak.

Misalnya, untuk belajar bahasa asing, misalnya bahasa Inggris, waktu primanya adalah pada usia 4-12 tahun. Pada usia ini, belajar dengan permainan dan sambil ketawa-ketawa pun, anak sudah bisa bicara bahasa Inggris. Setelah itu, ada second chance, kesempatan kedua untuk belajar, yaitu pada usia 12-15 tahun. Setelah usia 15 tahun, masih bisa belajar bahasa Inggris, tetapi lebih sulit.
Milyaran sel otak ini terbagi dalam beraneka bagian seumpama wadah yang siap diisi. Pada usia 12-13 tahun, akan terjadi pemangkasan sel otak. Pada saat itu, otak akan memeriksa isi otak itu sendiri. Jika ada tempat kosong, misalnya bagian kecerdasan emosi yang tidak pernah dilatih sejak usia 1 hingga 12 tahun, maka bagian itu akan dibuang.

Itu sebabnya, target orang tua setiap hari adalah bagaimana caranya mengisi otak dengan maksimal dengan memberi stimuli yang maksimal pula. Meskipun egitu, jangan tergesa-gesa. Bila suatu ketika guru atau orangtua ingin anaknya mampu menulis, membaca dan berhitung di usia dini, sama saja mereka tengah menghilangkan beberapa aspek kehidupan anak.

Karena sebelum melakukan ketiga hal tersebut, ada tahapan yang harus dijalani.Sebelum bisa menghitung, anak harus bisa menggambar. Sebelum bisa menggambar, anak harus mampu memegang pensil. Sebelum mampu memegang pensil, maka anak perlu melatih motorik halusnya misalnya dengan bermain pasir. Dengan bermain pasir, anak sesungguhnya sedang menghidupkan otot tangannya dan belajar estimasi dengan menuang atau menakar, yang kelak semua itu ada dalam matematika.
Oleh karena itu, ibarat sebuah bangunan, pondasi amat menentukan kokohnya bangunan tersebut. Bagi anak, menurut Fasli Jalal, PhD, Dirjen Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda, Depdiknas, pendidikan di dini usia merupakan pondasi yang amat menentukan perkembangan selanjutnya. Sebab itu ia mengingatkan, “Kalau tidak baik pondasi yang kita bangun di usia dini, bangunan tidak akan kokoh.”

Itulah postingan awal saya untuk membahas "Masa Usia Emas Anak (Golden Age) semoga dapat tercerahkan,Terimakasih..
Wassalammualaikum wr.wb

Tuesday, March 3, 2009

Agar Anak Cerdas Lakukan 10 Pola Asuh Ini !



Assalammualaimmkum wr.wb

Dunia Anak - kali ini saya akan membahas 10 pola asuh untuk anak cerdas karena kecerdasan anak hingga besar nanti dipengaruhi faktor lingkungan dan pola asuh yang diterimanya. Harus bagaimana agar ia tumbuh cerdas? Perhatikan 10 hal ini.
  1. Bebaskan anak mengeksplorasi lingkungan. Lingkungan menjadi sarana luas bagi anak untuk belajar tentang berbagai macam hal. Eksplorasi di alam memicu anak aktif bergerak juga meningkatkan rasa ingin tahu anak terhadap berbagai aspek kehidupan. Dorong anak mengeksplorasi lingkungan yang baru dikenalnya –misalnya sambil menyusuri sungai, ia belajar tentang sifat air yang mengalir dari tempat tinggi ke tempat rendah.  
  2. Ikuti minat anak. Untuk menggali potensi luar biasa di dalam diri anak, beri dukungan penuh pada bidang-bidang yang disukai anak, kalau perlu ikut berlatih dan menjadi teman berlatih yang menyenangkan untuknya.
  3. Tuturkan pengetahuan tentang dunia dan isinya. Berikan anak fasilitas dan kesempatan untuk mengenal dunia beserta seluruh aspek kehidupan. Ini membuat anak berpandangan terbuka terhadap berbagai berbagai hal ‘baru’ sesuai perkembangan ilmu pengetahuan.
  4. Bacakan aneka buku pengetahuan secara rutin dengan suara yang keras dan intonasi yang benar. Selain menumbuhkan minat membaca anak, anak juga akan menyerap pengetahuan dari buku untuk menunjang minatnya. Kebiasaan membaca buku juga menanamkan ikatan batin antara Anda dan si kecil.
  5. Jadilah model yang baik. Anak akan meniru orang tuanya. Maka, orangtua wajib menjadi role model atau panutan terbaik bagi anak –dalam seluruh aspek kehidupan sehari-hari. Tunjukkan minat Anda untuk selalu belajar dan menemukan hal-hal baru yang menarik dan kreatif bersama anak. Tunjukkan dan terapkan pola hidup sehat. Tunjukkan pula sikap menghargai serta empati kepada setiap anggota keluarga, orang lain, serta mahkluk hidup lain.
  6. Seringlah bertanya kepada anak. Ajukan beberapa pertanyaan kepada anak yang akan memancingnya untuk memberi jawaban berupa penjelasan yang juga merangsangnya untuk adu argumentasi. Atau ajak dia berdiskusi. Anda dapat memulainya dengan menanyakan secara rinci seputar hal-hal yang ia minati atau yang sedang dilakukannya. Selanjutnya, kembangkan untuk menggali jawaban dan pendapat anak terhadap berbagai hal.   
  7. Beri kesempatan mengambil keputusan. Membiasakan anak untuk mengambil keputusan akan melatih anak untuk belajar sebab-akibat serta tanggung jawab. Melatih anak untuk mengambil keputusan juga akan memicu anak untuk belajar berpikir analitis dengan merangkaikan hal-hal yang sudah dipelajari dan dipahaminya.
  8. Tingkatkan kesempatan bersosialisasi. Semua pengalaman emosional yang diperoleh anak akan mempengaruhi pembentukan jalinan antar sel-sel saraf pada otaknya. Anak butuh kesempatan bersosialisasi seluas-luasnya karena akan memperkaya pengalaman emosional anak, serta sarana untuk belajar mengekspresikan perasaannya. Semakin baik kecerdasan emosional anak, semakin baik pula penyampaian rangsang antar sel-sel saraf pada otaknya.
  9. Cukupi kebutuhan gizinya. Nutrisi untuk otak, terutama DHA, terbukti berperan dalam perkembangan otak anak pada “periode emas”. Berikan konsumsi jenis makanan kelompok brain food, misalnya makanan sumber protein, untuk meningkatkan kemampuan berkonsentrasi, berpikir dan kewaspadaan.
  10. Jaga kesehatan anak. Olahraga atau latihan fisik tidak hanya membuat tubuh anak sehat, tapi juga membuat dia cerdas! Sebab, selain sirkulasi oksigen, gula dan zat gizi menjadi lancar ke seluruh tubuh dan otak, juga akan memicu produksi hormon untuk sel saraf (nerve growth factor). Dengan tubuh sehat, anak memiliki kesempatan luas untuk belajar berbagai hal, serta mengeksplorasi potensi kecerdasan dalam dirinya dengan optimal.
itulah kesepuluh pola asuh terhadap anak agar anak tumbuh cerdas dimasa yang akan datang,semoga ayah ibu dapat memahami dan menanamkan pola asuh ini terdahap anak sejak dini. Terimakasih
Wassalammualaikum wr.wb

Friday, February 27, 2009

Manfaat Dalam Seni Beladiri Untuk Anak

Assalammualaikum wr.wb
Dunia Anak - Dewasa ini ribuan anak sekolah sedang gandrung ilmu beladiri. Banyak sekolah yang membuka perguruan beladiri khusus para siswanya, dan ternyata perguruan inipun berkembang dengan pesat. Diantara anggotanya bahkan ada yang masih berumur pra sekolah. Mungkin timbul sebuah pertanyaan dapatkah anak-anak ini memperoleh manfaat dari belajar beladiri..? Jawabnya ”ya”. Sebagaimana yang bisa diperoleh orang dewasa, bagi anak-anak pun tetap dapat memperoleh banyak manfaat, terutama dari aspek kesehatan. Lebih jauh lagi, bagaimana cara mempertahankan diri, dimana suatu saat nanti dapat saja menyelamatkan anak dari bahaya. Yang jelas selain keuntungan fisik juga diperoleh keuntungan psikologis, sekalipun bagi anak-anak.





Meningkatnya rasa percaya diri adalah suatu keuntungan yang sangat penting bagi anak-anak atau orang dewasa. hal ini menyangkut orientasi yang lebih dan optimistik, menyangkut harga diri dan sifat seseorang. Pengalaman atau kesan yang baik harus ditumbuhkan pada persepsi anak, karena dapat membentuk pribadi anak ke arah yang lebih baik sehingga sinkron dengan tujuan berlatih beladiri yaitu menghindari diri dari perasaan tertekan (stress) atau frustasi (kekecewaan yang mendalam). Latihan beladiri bagi anak-anak dirancang terpadu dalam rangka membentuk pribadi yang baik. Dengan pengawasan yang berkesinambungan dari pelatih, maka dapat diharapkan bahwa anak-anak mengetahui dengan jelas dan obyektif tujuan belajar beladiri.

seni beladiri pada anak
 
Sejak hari pertama berada di do-jang, anak-anak mulai waspada terhadap aturan-aturan yang berlaku, menghormati yang lebih senior, sudah diterapkan menjelang mereka menerima latihan inti. Kemampuan yang dibutuhkan untuk menerima setiap aturan-aturan yang berlaku sudah dirumuskan dengan baik dan diharapkan dapat dipahami oleh anak-anak, apakah melalui instruksi langsung dari pelatih atau melalui observasi di lapangan. Biasanya murid-murid yang lebih muda lebih cepat menyesuaikan diri dengan aturan-aturan yang berlaku. Hal ini yang dinilai positif adalah saat anak mencapai suatu tingkat kemahiran / prestasi tertentu dan mendapat pujian dari pelatih, orangtua dan teman sejawat. Lalu timbullah rasa percaya diri dari pengalaman ini dan biasanya akan menular ke rumah dan ke sekolah.

seni beladiri pada anak
Seni beladiri juga membekali anak-anak kemampuan untuk menanggulangi kesulitan baik fisik maupun mental yang mereka alami dalam kehidupan sehari-hari. Sebuah buku hasil studi yang dilakukan oleh DR. Michael Trulson dan Master Chong W. Kim yang terbit tahun 1985 berjudul ”psychology Today” menyimpulkan bahwa orang yang belajar beladiri mempunyai tingkat kegelisahan yang sangat rendah. Penemuan ini mempunyai arti khusus bagi perkembangan anak-anak. Yang jelas dalam latihan beladiri dapat diperoleh kesehatan fisik, mental apalagi pengalaman yang indah sewaktu mendapat pujian saat mendapatkan prestasi.
itu saja yang bisa saya bagi dengan tentang manfaat seni beladiri pada anak,Terimakasih
Wassalammualaikum wr.wb

Friday, January 2, 2009

Menjaga Kesehatan Anak Di Musim Penghujan

Assalammualaikum wr.wb
Dunia Anak - kali ini saya akan membahas musim yang sangat-sangat membimbangkan orangtua terhadap anak,karena kenapa? begitu banyak penyebab penyakit yang ditimbulkan dimusim penghujan ini. 
Musim penghujan telah tiba di akhir tahun 2013 dan siap untuk menurunkan hujan yang lebih besar lagi pada awal tahun 2014. Selain mempersiapkan diri bagi anda yang berada di wilayah rawan  banjir, tentunya banyak persiapan lain yang harus anda lakukan sebelum musim hujan yang lebih besar.
Salah satu persiapan yang paling urgent adalah menyiapkan kondisi tubuh dalam menghadapi musim penghujan yang rentan menyebabkan penyakit. Baik orang dewasa maupun anak anak, sama sama memiliki resiko terhadap beberapa penyakit yang ada pada musim hujan. Untuk itu baik anak anak maupun orang dewasa haruslah menjaga kondisi tubuh agar tetap fit dan sehat.
Namun, yang lebih perlu diperhatikan adalah kesehatan anak balita di musim penghujan. Hal tersebut karena kondisi tubuh anak di usia balita akan lebih rentan terserang penyakita di musim hujan. Penyakit yang paling umum akan menyerang anak di musim penghujan adalah penyakit flu serta demam. Sehingga kondisi tubuh anak akan mudah drop dan terserang penyakit penyakit yang lain seperti Tipes dan juga Demam Berdarah.
Cara Menjaga Kesehatan Anak Balita Di Musim Penghujan

Anak Balita Yang Sehat Di Musim Penghujan

Berikut ini adalah cara menjaga kesehatan anak balita di musim penghujan :
1. BeriNutrisi yang Seimbang
Sebagaimana hari biasa, di musim penghujan seorang anak harus diberikan makanan yang bergizi seimbang agar daya tahan tubuh anak menjadi lebih baik dan tidak mudah terserang penyakit. Buah buahan dan Sayur merupakan salah satu faktor yang tidak boleh ditinggalkan. Hal itu karena sayur dan buah adalah sumber vitamin yang memiliki fungsi vital dalam menjaga daya tahan tubuh, terutama vitamin C.
2. Ajak Berolahraga Ringan
Salah satu upaya sehat untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak adalah dengan berolah raga ringan. Anak yang rajin berolahraga tentunya akan memiliki sistem metabolisme tubuh yang baik serta memiliki daya tahan yang kuat serta tidak rentan terkena penyakit. Ajak anak anda untuk sekedar berjalan di pagi hari atau selingi hari hari anak anda dengan berolah raga ringan semisal sepak bola atau olahraga lain.
3. Hindari Bermain Air Hujan
Kondisi tubuh seorang anak pastilah berbeda beda. Ada yang daya tahan tubuhnya bagus sehingga jika bermain air hujan tidak akan timbul efek apa apa. Namun al;angkah lebih baik jika mengajak anak kita untuk tidak bermain air hujan. Bermain satu kali atau dua kali tidak masalah, tapi kalau sering tentunya hal ini bisa menyebabkan tubuh anak menjadi drop dan mudah sakit.
4. Hindari Minum Es
Es merupakan salah satu makanan favorit anak, baik itu berupa es krim maupun minuman es yang dingin. Demi menjaga kesehatan putra putri Anda, sebisanya anda melarang mereka untuk mengkonsumsi es.Hal ini bertujuan agar putra putri anda tidak terkena penyakit flu,batuk serta demam.
5. Tambahkan Suplemen Peningkat Daya Tahan Tubuh
Sebagai langkah pencegahan, upayakan memberikan suplemen peningkat daya tahan tubuh kepada putra putri anda. Suplemen ini bertujuan agar anak kita bisa tetap sehat selama musim penghujan dan juga tidak mudah terserang penyakit. Suplemen ini bisa berupua sirup multivitamin maupun sirup dari ekstrak tumbuhan yang memang diformulasi khusus untuk menjaga daya tahan tubuh anak.
Demikian artikel mengenai Cara Menjaga Kesehatan Anak Di Musim Penghujan. Terima kasih dan semoga bermanfaat.
Wassalammualaikum wr.wb