Saturday, December 13, 2008

Atasi Bayi Rewel Saat Gigi Tumbuh

Assalammualaikum wr.wb
Dunia Anak - Rewel, lebih banyak mengeluarkan air liur, gusinya memerah, bahkan demam merupakan gejala-gejala bayi yang akan tumbuh gigi. Supaya proses ini berlangsung agak nyaman bagi bayi, berikut hal-hal yang bisa Mama lakukan:

• Oleskan teething gel yang kandungan bahan aktifnya bisa mengurangi rasa sakit pada gusi bayi dan mengurangi risiko radang

• Berikan teething toys. Simpan mainan tersebut di kulkas sebelum digunakan karena menggigiti benda dingin membuat gusinya terasa lebih nyaman. Tapi jangan simpan mainan tersebut di freezer ya Ma, soalnya benda yang keras atau beku malah bisa menyebabkan gusinya sakit. Hindari juga teething ring yang mengandung cairan, karena jika robek atau bocor cairannya bisa tertelan oleh bayi.

• Berikan potongan-potongan buah dingin untuk ia gigit dan kunyah. Atau biarkan ia menggigiti waslap atau handuk kecil bersih yang direndam dalam air es untuk mengurangi ketidaknyamanan pada gusinya.

• Selalu pastikan mainan dan waslap yang ia gigit dalam keadaan bersih dan cukup besar sehingga tidak mungkin tertelan oleh bayi.
itu saja yang bisa saya kasih saran,Terimakasih
Wassalammualaikum wr.wb

Wednesday, December 10, 2008

Cara Mengajarkan Anak Mandiri


Assalammualaikum wr.wb 
Dunia Anak - Kemandirian perlu diajarkan kepada anak sejak dini. Namun banyak orangtua yang tidak tahu bagaimana cara mengajarkannya. Berikut ini delapan tip yang bisa digunakan supaya anak bisa segera melepaskan ketergantungannya kepada orang tua.

Jadilah Zona Nyaman. Sebagian anak mencoba hal baru tanpa rasa takut, sementara sebagian lain memilih untuk mundur karena mereka malu atau tidak mau mencoba melakukan apapun hingga merasa yakin 100 persen bahwa mereka dapat melakukan hal tersebut dengan benar. Ubah harapan Anda untuk mengakomodasi anak yang pemalu. Daripada Anda terganggu karena si kecil terus memegang kaki Anda di kelas senam, misalnya, lebih baik Anda biarkan dia duduk di pangkuan Anda hingga dia merasa nyaman meskipun hal itu memakan beberapa sesi laihan. Jika Anda tidak memaksa, Anda memberi ruang bagi anak untuk memahami konsep mencoba sesuatu yang baru. Dan ketika saatnya tiba, dia akan memiliki kepercayaan diri untuk menjajal gerakan-gerakan senam.

Sentuhan Imajinasi. Jika Anak takut dengan kegelapan atau monster itu karena kemampuan kognitifnya belum cukup matang untuk berpikir logis. Namun Anda bisa memetik keuntungan dari imajinasi liar anak untuk membantu dia mengatasi rasa takut. Tanykan kepada si balita atau anak yang lebih besar, “apa warna rasa takutmu?” dan “apa warna rasa beranimu?” lalu katakan kepada dia setiap kali dia merasa takut, dia bisa menarik napas dan megisi tubuhnya dengan warna berani. Visualisasi warna berfungsi sebagai tameng penangkal rasa takut, plus tarikan napas dalam dapat mengurangi stress dan melepaskan serotonin (senyawa kimia yang membawa rasa bahagia)

Tanamkan etika. Anak si kecil sedang dalam tahap belajar membedakan hal yang benar dan yang salah, dan memahami alasan orang merasa sedih. Namun butuh keberanian untuk menyuarakan sesuatu yang dia yakini benar ketika semua orang di sekitarnya melakukan hal-hal yang sebaliknya. Anda bisa membantu dengan memuji si kecil ketika dia membela temannya yang sedang dijahili atau dia mengembalikan mainan kepada pemiliknya.

Pupuk keberanian sebelum tidur. Ini memang terdengar aneh, tapi motivator dan trainer performance Jim Fanin mengatakan, kiat berikut sangat manjur bagi anak usia 2 tahun ke atas. Ketika Anda menidurkan anak dan dia sudah nyaris tertidur bisikkan kalimat ini dengan suara rendah ke telinga anak –mama…percaya…kepadamu. Keesokan pagi sapa dia dengan pesan ceria seperti “selamat pagi juara” ulangi kiat tersebut tiga hingga empat kali dalam satu minggu. Studi menunjukkan bahwa pikiran paling mampu menyerap sugesti positif sesaat sebelum tidur.

Perlahan. Daripada memaksa anak memasuki suasana baru, lebih baik biarkan dia mencoba lebih dulu. Jika dia canggung bertemu teman baru, buat kelompok bermain yang terdiri atas teman lama dan teman baru. Si kecil tidak suka makanan baru? Hidangkan menu baru selain menu favorit anak. Rasa kedekatan menciptakan jarring pengaman emosional bagi anak yang tertutup.

Biarkan dia punya benda kesayangan. Secara alami Anda ingin si kecil merasa nyaman keluar rumah tanpa membawa selimut atau boneka favoritnya dan tentu saja, Anda tidak ingin benda itu hilang entah kemana. Namun sebenarnya Anda bisa membiarkan dia membawa sahabat dekat kemana pun dia mau selama membutuhkannya. Benda-benda tersebut memberikan kekuatan melawan rasa takut. Mengenakan kostum atau jubah dan bahkan bicara dengan teman khayalan juga punya dampak yang sama. Anda hanya perlu mengawasi si benda kesayangan agar tidak tertinggal.

Lewat permainan. Petak umpet adalah permainan sempurna untuk membantu anak mengatasi ketakutan terpisah dan menghadapi hal yang tidak terduga. Permainan itu membawa anak selangkah meninggalkan rasa nyaman.

Dengarkan dia. Daripada membujuk anak melakukan olahraga baru atau menaiki sepeda minta dia memaparkan alasan ketidakinginannya mencoba. Dengarkan tanpa perlu menghakimi atau mencoba mengubah pola pikirnya. Cobalah berkata Mama lihat kamu begitu takut menurutmu apa yang mungkin terjadi? Dengan membiarkan dia menyatakan perasaannya Anda telah membantu dia mengembangkan kesadaran emosional sehingga dia mampu membuat keputusan dengan penuh percaya diri. Langkah tersebut membangun jalan menuju kehidupan yang mandirim bertanggung jawab dan penuh petualangan.

Itulah cara mengajarkan anak untuk mandiri,semoga bermanfaat, Terimaksih
Wassalammualikum wr.wb

Tuesday, December 9, 2008

Cara Meredakan Anak Rewel


Assalammualaikum wr.wb
Dunia Anak - harus di ketahui oleh orang tua atau anda yang berperan sebagai pengasuh sang anak, anak kecil biasanya rewel ketika menginginkan sesuatu dan merasa tidak nyaman dengan suasana di sekelilingnya atau karena hal lain yang menyebabkan anak menangis sehingga mood anak berubah dan menjadi rewel.
Tips Meredakan Anak MenangisKetika sang buah hati menjadi cengeng seringkali orang tua berusaha mendiamkan sang anak dengan rayuan kata-kata atau menggendongnya, dalam banyak kasus kedua hal tersebut cukup berhasil mendiamkan anak menangis tetapi kejadian anak kecil menjadi rewel kerap terjadi setiap hari baik siang ataupun malam hari.

Cara Mengatasi Anak Rewel yang Menangis

Tahukah anda bahwa dengan sedikit kesabaran dan cara yang benar, anak rewel dan menangis begitu mudahnya di redakan, hal ini mengacu kepada psikologis sang anak maupun pada orang dewasa bahwa pada saat menagis seseorang akan tertunduk dan cenderung meminta perhatian orang dekatnya, tips sederhana mengatasi anak sedang menangis adalah dengan cara menunjukan sesuatu ke atas seperti menunjukan untuk melihat awan, burung atau layang-layang, hal ini bermanfaat mengalihkan perhatian si anak sehingga tangisnya berhenti dengan cara menunjukan sesuatu objek di atas kita.

Banyak hal yang bisa menjadi perhatian orang tua berkenaan dengan prilaku anak khususnya balita di mana keceriaan dan lingkungan menjadi hal penting yang dapat mempengaruhi mood anak sehari hari, hindari membentak atau memarahi si anak ketika mereka sedang rewel menangis karena akan mempengaruhi syaraf otak balita anda dan menjadi hal yang tidak baik bagi sang anak.

Berikan kasih sayang sewajarnya sesuai usia balita anda, hindari penggunaan hp atau smartphone ketika kita sedang bersama mereka, balita anda lebih menarik dan menghibur daripada fitur-fitur gadget anda, masa-masa kecil sang anak sangat istimewa bagi mereka dan berpengaruh kepada pertumbuhan anak selanjutnya, pertumbuhan psikologi mereka membutuhkan kasih sayang dan perhatian lebih dari orang tua.

Semoga Cara sederhana Meredakan Anak ketika Menangis dapat bermanfaat, Terimakasih
Wassalammualikum wr.wb

Monday, December 8, 2008

Kenali Anak Berbakat secara Lebih Dekat!


Gifted
'' Semua anak berbakat  akan mampu  mengoptimalkan potensi mereka hanya dari bagaimana cara mereka diperlakukan. Sederhana memang, tapi kenyataannya justru tak banyak yang tahu cara memperlakukan mereka dengan baik. ”

Assalammualaikum wr.wb
Dunia Anak - Apa yang terlintas dalam pikiran Anda ketika mendengar kata “anak berbakat”? Bagaimana Anda mengartikan kata “berbakat”? Sebagian orang menganggap bahwa “anak berbakat” adalah julukan bagi anak dengan bakat-bakat atau kemampuan istimewa tertentu. Ada pula pandangan bahwa “anak berbakat” merupakan anak dengan inteligensi yang luar biasa. Lalu, sebenarnya siapakah yang disebut sebagai “anak berbakat” itu? Mari kita bahas lebih jauh!
Banyak orang mungkin mengira bahwa anak berbakat sama dengan anak cerdas. Dalam beberapa tahun terakhir, isu-isu mengenai anak berbakat mencuat di dunia pendidikan karena semakin banyak kasus yang ditemukan di berbagai sekolah. Banyak sekolah kemudian memberikan fasilitas pendidikan khusus untuk anak-anak di kategori berbakat ini. Biasanya penempatan anak di dalam kategori berbakat didasarkan pada tiga hal, yaitu tingginya skor tes inteligensi, tingginya skor nilai-nilai akademis, dan kriteria lain yang dianggap mendekati ciri-ciri anak berbakat1. Kriteria-kriteria tersebut bisa berupa sifat-sifat umum yang biasanya dimiliki oleh anak berbakat, diantaranya adalah :
  • Pemikiran yang divergen (pemikiran yang orisinal dan inovatif).
  • Bersemangat, memiliki fokus, dan kemampuan konsentrasi yang baik.
  • Sensitif dan mampu menunjukkan empati terhadap orang lain.
  • Mampu mengambil tindakan dalam situasi yang ia hadapi.
  • Memiliki motivasi yang tinggi dalam melakukan aktivitas.
Meskipun demikian, penilaian terhadap anak berbakat berbeda di setiap tempat. Masing-masing institusi pendidikan memiliki kriterianya sendiri dalam menilai apakah seorang anak dapat dikatakan berbakat atau tidak. Berbagai institusi pendidikan yang memberikan perhatian khusus bagi pendidikan anak berbakat mayoritas menggunakan kriteria penilaian seperti yang telah diuraikan di atas (inteligensi, akademis, sifat kepribadian anak). 

Faktor apa saja yang mempengaruhi “bakat” anak? Sampai saat ini, hal tersebut masih menjadi perdebatan. Terdapat dua pemikiran mengenai faktor yang menentukan bakat anak, yaitu faktor genetis dan faktor lingkungan. Untuk faktor genetis, bisa terlihat dari banyaknya pasangan dengan tingkat kecerdasaan tinggi yang kemudian memiliki anak dengan kecerdasan yang sama tingginya atau bahkan lebih. Namun tak jarang pula ditemukan fenomena yang sebaliknya. Tidak semua anak cerdas terlahir dari orang tua yang cerdas. Hal ini membuktikan adanya pengaruh dari faktor lingkungan. Bakat maupun kecerdasan juga ditentukan oleh berbagai pengalaman yang sangat mendukung perkembangan anak sejak usia dini. Lalu manakah faktor yang memberi sumbangan paling besar bagi bakat anak? Faktor genetik? Atau faktor lingkungan? Penelusuran mengenai bakat anak masih terus diteliti dan hingga saat ini masih belum menemukan jawaban pasti. Berdasarkan fakta yang ada, faktor lingkungan dan faktor genetik terbukti mempengaruhi perkembangan bakat anak (meskipun belum diketahui secara pasti faktor mana yang kontribusinya paling besar).

Pendidikan khusus untuk anak berbakat merupakan sebuah jawaban atas beberapa masalah yang seringkali ditemui oleh anak berbakat di sekolah umum. Biasanya anak berbakat akan kesulitan menyesuaikan diri terhadap “iklim” sekolah yang berkaitan dengan kurikulum dan metode pengajaran guru. Mengapa demikian? Anak berbakat memiliki cara-caranya sendiri dalam belajar dan memahami banyak hal. Pada umumnya mereka tetap mampu berprestasi meski tidak cocok dengan pola pengajaran yang ada. Namun sebenarnya potensi mereka akan lebih berkembang  jika mereka dapat dimengerti dan difasilitasi dengan baik. 

Masalah yang muncul dalam proses belajar anak tidak hanya terjadi di sekolah, tapi juga di rumah. Banyak orang tua dan sekolah yang masih belum menyadari bahwa anak berbakat membutuhkan perhatian khusus di bidang pendidikan. Orang-orang yang berada di lingkungan anak berbakat sebaiknya peka terhadap kebutuhan anak. Sering kali anak berbakat justru tidak memahami kondisi yang dimilikinya, maka coba kenali dan bantu anak berbakat untuk mengembangkan potensinya.

Anak berbakat terkadang dianggap sebagai anak yang menganggu atau nakal karena kemampuannya yang luar biasa justru tidak disadari. Label buruk pada anak tidak hanya berdampak terhadap motivasi belajar, tapi juga berdampak pada bagaimana anak memandang dirinya sendiri di masa depan. Anak berbakat patut dan memiliki hak untuk diperlakukan dengan adil. Setiap anak memiliki keistimewaannya masing-masing. Mereka tetap berhak menerima pendidikan untuk mengembangkan potensi dan mewujudkan segala impian yang telah mereka gantungkan.sekian artikel ini saya buat lebih dan kurang saya mohon maaf.. Terimakasih
Wassalammualaikum wr.wb

Sunday, December 7, 2008

Tips Agar Anak Suka Musik

Assalammualaikum wr.wb
Dunia Anak - Setiap orang tua ingin sekali anak-anaknya memiliki kecerdasan, keterampilan dan kreativitas yang terbentuk dengan baik. Banyak cara dan jalan agar anak-anak kita menjadi anak yang cerdas, terampil dan kreatif dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat, di mana akan menjadi suatu kebiasaan atau hobi.
 
Misalkan saja dengan musik. Dengan anak-anak memiliki hobi bermusik, anak-anak pun dapat banyak berkreativitas. Sehingga keterampilan anak pun semakin bertambah dan tingkat kecerdasan anak dapat bertambah pula.

Dengan musik mereka dapat mengenal banyak suara dan bunyi-bunyian. Mereka dapat mengenal nada-nada dan irama-irama. Selain itu mereka dapat memainkan alat musik sekaligus bernyayi yang di mana dengan hal tersebut anak-anak menjadi kreatif dan berani tampil.




Tidak terlalu sulit membuat anak-anak kita menjadi anak yang cerdas, terampil dan kreatif. Di sini penulis akan coba berbagi untuk para Ibu agar anak-anak menjadi hebat dan kreatif, dengan memperkenalkan musik dari dini.

1. Mulai biasakan bagi ibu hamil suka dan sering mendengar musik. Sebagai terapi musik untuk anak. Musik itu sangat bagus sekali bagi pertumbuhan janin atau calon bayi yang ada di rahim.

2. Bila sang bayi telah lahir, perkenalkan sang bayi dengan bunyi dan suara dengan mengajaknya berbicara, tersenyum dan tertawa.

3. Mulai ajarkan si kecil kita mencari bunyi dengan cara mengeksplorasi segala hal di sekitarnya dengan tangan maupun kakinya. Karena si kecil sangat menikmati kegiatan tersebut, di mana kegiatan itu dapat menciptakan respons si kecil menjadi senang.

4. Ajarkan si kecil mulai berbicara, diawali dengan satu dua huruf konsonan dan vokal. Sehingga dengan begitu si kecil mulai berlatih untuk kemampuan bicaranya dan dapat membedakan mana suara dan mana berbicara.

5. Si kecil yang sudah mulai menginjak 1 tahun, dapat kita ajarkan untuk meniru suara-suara (dari suara hewan sampai suara-suara yang ada di alam terbuka), selain itu juga mulai diajarkan bernyanyi lagu anak-anak.

6. Tidak ketinggalan pula apabila si kecil sudah mulai bisa bernyanyi, kenalkan pada mereka juga beberapa alat atau instrumen musik yang dapat membantu keterampilan mereka.

7. Si kecil yang sudah mengenal, menyukai dan bisa bernyanyi serta memainkan alat musik, ibu dapat membantu si kecil untuk memasukkan dan mengikuti les musik yang berguna untuk lebih mengembangkan keterampilan serta potensinya. Sehingga kemampuannya dalam bermusik pun semakin berkembang dan terciptanya kreativitas anak.


itu lah ketujuh tips agar anak suka memainkan alat musik dan mengenal jenis-jenis musik agar anak tumbuh kreatif, Terimakasih
Wassalammualikum wr.wb



Monday, December 1, 2008

Kenali Bakat Anak Sejak Dini !

bakat anak
Assalammualaikum wr.wb

Dunia Anak - Untuk para orang tua kali ini saya akan membahas mengenali bakal anak sejak dini,agar kelak dewasa anak tumbuh dengan bakat yang sesuai dengan kemampuan atau bakat anak yang sebenarnya. berikut ini ada beberapa pengertian bakat, antara lain sebagai berikut ;
  1. Bakat merupakan potensi yang dimiliki oleh seseorang sebagai bawaan sejak lahir
  2. Bakat adalah suatu bentuk kemampuan khusus, yang memungkinkan seseorang memperoleh keuntungan dari hasil pelatihannya sampai satu tingkat lebih tinggi
  3. Bakat merupakan potensi dan bukan sesuatu yang sudah benar-benar nyata dengan jelas. Bakat lebih sebagai kemungkinan yang masih harus diwujudkan
  4. Bakat merupakan suatu karakteristik unik individu yang membuatnya mampu melakukan suatu aktivitas dan tugas secara mudah dan sukses
 A. CARA MENGENAL BAKAT
  1. Melalui pengalaman: Ketika mencoba hal tertentu, ternyata mengalami banyak kemajuan.
  2. Mengikuti test bakat, yang sekarang tersedia beberapa test kemampuan / kecerdasan.
  3. Memadukan antara pengalaman dan test bakat, kadang hasilnya lebih meyakinkan.
 B. KECERDASAN SEBAGAI BAKAT
  1. Ruang lingkup kecerdasan
  Kecerdasan dapat dilihat sebagai bakat yang memungkinkan seseorang menguasai kemampuan tertentu atas aneka macam ketrampilan. Kecerdasan sebenarnya merupakan kemampuan untuk menangkap situasi baru serta kemampuan untuk belajar dari pengalaman masa lalu. Sesungguhnya, Anda jauh lebih cerdas dari yang Anda sadari. Setiap manusia normal dapat mengembangkan ketujuh jenis kemampuan kecerdasan sampai kepada tingkat penguasaan tertentu      
  1. Ketujuh jenis kecerdasan
Ada tujuh jenis kecerdasan, antara lain:
1.   Kecerdasan Linguistik: Kecerdasan dalam mengolah kata
Ciri anak dengan kecerdasan ini:
Mampu beragumentasi; meyakinkan orang; menghibur; mengajar dengan efektif lewat kata-kata; senang dengan bunyi bahasa dan teka-teki kata, mempermainkan kata dan tongue twister; mahir dalam hal-hal kecil dan mampu mengingat berbagai fakta;  gemar sekali membaca; dapat menulis dengan jelas; dapat mengartikan bahasa tulisan secara luas.
Kecerdasan ini harus di miliki:
Jurnalis, juru cerita, penyair, dan pengacara. Bisa jadi mereka adalah ahli sastra. (Shakespeare, Homeros, dsb.).
2.  Kecerdasan Logis-Matematis: Kecerdasan dalam hal angka dan logika
Cirinya:
Kemampuan dalam penalaran, mengurutkan, berpikir dalam pola sebab-akibat, menciptakan hipotesis, mencari keteraturan konseptual atau pola numerik, pandangan hidupnya umumnya bersifat rasional.
Profesi:
Ini merupakan kecerdasan para ilmuwan, akuntan, dan pemprogram komputer.(Newton, Einstein, dsb.)
3. Kecerdasan Spasial: Kecerdasan berpikir dalam gambar, mencerap, mengubah, dan menciptakan kembali berbagai aspek dunia visual spasial.
Cirinya:
Mempunyai kepekaan yang tajam terhadap detail visual dan dapat menggambarkan sesuatu dengan begitu hidup, melukis atau membuat sketsa ide secara jelas, serta dengan mudah menyesuaikan orientasi dalam ruang tiga dimensi.
Profesi:
Para arsitek, fotografer, artis, pilot, dan insinyur mesin. (Thomas Edison,  Pablo Picasso, Ansel Adams, dsb.).
4. Kecerdasan Musikal: Kecerdasan dan kemampuan untuk mencerap, menghargai, dan menciptakan irama dan melodi.
Ciri anak ini:
Memiliki kepekaan terhadap nada, dapat menyanyikan lagu dengan tepat, dapat mengikuti irama musik, dapat mendengarkan (menikmati) berbagai karya musik dengan tingkat ketajaman tertentu.
Profesi yang sesuai:
Ini merupakan kecerdasan para komponis, pemain musik, penyanyi, pemimpin orkestra atau berbagai group musik. (Bach, Beethoven, dsb.).
5.   Kecerdasan Kinestetik-Jasmani: Merupakan kecerdasan fisik.
Cirinya:
Bakat dalam mengendalikan gerak tubuh, dan keterampilan dalam menangani benda; cekatan; indra perabanya sangat peka; tidak bisa tinggal diam, dan berminat atas segala sesuatu.
Profesi:
Memiliki keterampilan dalam menjahit, bertukang, merakit model. Dapat menikmati kegiatan fisik seperti: berjalan kaki, menari, berlari, berkemah, berenang, atau kegiatan fisik lainnya.
Ini adalah keterampilan para atlet, pengrajin, montir, ahli bedah, dsb.
6. Kecerdasan Antarpribadi: Kemampuan untuk memahami dan bekerjasama dengan orang lain.
Cirinya:
Kemampuan untuk mencerap dan tanggap terhadap suasana hati, perangai, niat dan hasrat orang lain.
Mempunyai rasa belaskasihan dan tanggungjawab sosial yang tinggi; dapat melihat dunia dari sudut pandang orang lain.
Profesinya:
Ini adalah kecerdasan seorang pemimpin  kegiatan sosial, pemimpin perusahaan, seorang networker, perunding dan guru yang ulung. (Mahatma Gandhi = berbelaskasih; Machiavelli = manipulatif dan licik).
7. Kecerdasan Intrapribadi: Kecerdasan dalam diri sendiri Kemampuan mengakses perasaannya sendiri, membedakan berbagai keadaan emosi, menggunakan pemahamannya sendiri untuk memperkaya dan membimbing hidupnya.
Cirinya:
Mereka sangat mawas diri dan suka bermeditasi,
berkontemplasi, atau bentuk lain penelusuran jiwa yang mendalam. Mereka sangat mandiri, fokus pada tujuan, sangat disiplin. Mereka gemar belajar sendiri, lebih suka bekerja sendiri dari pada bekerjasama dengan orang lain.
Profesi yang cocok:
Ini adalah kecerdasan para konselor, ahli teologi, wirausahawan, dsb.
C. HAL-HAL YANG MEMPENGARUHI BAKAT
  1. Pengaruh unsur genetik, khususnya yang berkaitan dengan fungsi otak bila dominan otak sebelah kiri , bakatnya sangat berhubungan dengan masalah verbal, intelektual, teratur, dan logis dan bila dominan dengan otak kanan berhubungan dengan masalah spasial, non      verbal, estetik, artistik serta atletis
  2. Karena latihan, Bakat adalah sesuatu yang sudah dimiliki secara alamiah, yang mutlak memerlukan latihan untuk membangkitkan dan mengembangkannya.
  3. Struktur tubuh mempengaruhi bakat seseorang. Seorang yang bertubuh atletis akan memudahkannya menggeluti bidang olah raga atletik.
D. MANFAAT MENGENAL BAKAT ANAK SEJAK DINI
1. Untuk mengetahui potensi diri: Dengan mengetahui bakat yang dimiliki, kita jadi tahu                    potensi anak dan bisa dikembangkan.
2. Untuk merencanakan masa depan: Dengan mengetahui bakat yang dimiliki, kita bisa merencanakan mengembangkannya dengan demikian juga turut merencanakan masa depan.
3. Untuk menentukan tugas atau kegiatan: Dengan mengetahui bakat yang dimiliki, kita bisa memilih kegiatan apa yang akan kita lakukan sesuai dengan bakat yang kita miliki
E. CARA MENGEMBANGKAN BAKAT
1.  Perlu keberanian : berani memulai, berani gagal, berani berkorban (perasaan, waktu, tenaga, pikiran, dsb), berani bertarung. Keberanian akan membuat kita melihat jalan keluar berhadapan dengan berbagai kendala
2.  Perlu didukung latihan : bakat perlu selalu diasah, latihan adalah kunci keberhasilan
3.  Perlu didukung lingkungan : lingkungan disini termasuk manusia, fasilitas, biaya, dan kondisi sosial yang turut berperan dalam usaha pengembangan bakat
4.  Perlu memahami hambatan dan mengatasinya : maksudnya disini perlu mengidentifikasi dengan baik kendala-kendala yang ada, kemudian dicari jalan keluar untuk mengatasinya
Semoga bermanfaat.., Terimakasih
Wassalammualaikum wr.wb