Assalammualaikum wr.wb
Dunia Anak - Apa yang terlintas dalam pikiran Anda
ketika mendengar kata “anak berbakat”? Bagaimana Anda mengartikan kata
“berbakat”? Sebagian orang menganggap bahwa “anak berbakat” adalah
julukan bagi anak dengan bakat-bakat atau kemampuan istimewa tertentu.
Ada pula pandangan bahwa “anak berbakat” merupakan anak dengan
inteligensi yang luar biasa. Lalu, sebenarnya siapakah yang disebut
sebagai “anak berbakat” itu? Mari kita bahas lebih jauh!
Banyak orang mungkin mengira bahwa anak
berbakat sama dengan anak cerdas. Dalam beberapa tahun terakhir, isu-isu
mengenai anak berbakat mencuat di dunia pendidikan karena semakin
banyak kasus yang ditemukan di berbagai sekolah. Banyak sekolah kemudian
memberikan fasilitas pendidikan khusus untuk anak-anak di kategori
berbakat ini. Biasanya penempatan anak di dalam kategori berbakat
didasarkan pada tiga hal, yaitu tingginya skor tes inteligensi,
tingginya skor nilai-nilai akademis, dan kriteria lain yang dianggap
mendekati ciri-ciri anak berbakat1. Kriteria-kriteria tersebut bisa berupa sifat-sifat umum yang biasanya dimiliki oleh anak berbakat, diantaranya adalah :
- Pemikiran yang divergen (pemikiran yang orisinal dan inovatif).
- Bersemangat, memiliki fokus, dan kemampuan konsentrasi yang baik.
- Sensitif dan mampu menunjukkan empati terhadap orang lain.
- Mampu mengambil tindakan dalam situasi yang ia hadapi.
- Memiliki motivasi yang tinggi dalam melakukan aktivitas.
Meskipun demikian, penilaian terhadap
anak berbakat berbeda di setiap tempat. Masing-masing institusi
pendidikan memiliki kriterianya sendiri dalam menilai apakah seorang
anak dapat dikatakan berbakat atau tidak. Berbagai institusi pendidikan
yang memberikan perhatian khusus bagi pendidikan anak berbakat mayoritas
menggunakan kriteria penilaian seperti yang telah diuraikan di atas
(inteligensi, akademis, sifat kepribadian anak).
Faktor apa saja yang mempengaruhi “bakat”
anak? Sampai saat ini, hal tersebut masih menjadi perdebatan. Terdapat
dua pemikiran mengenai faktor yang menentukan bakat anak, yaitu faktor
genetis dan faktor lingkungan. Untuk faktor genetis, bisa terlihat dari
banyaknya pasangan dengan tingkat kecerdasaan tinggi yang kemudian
memiliki anak dengan kecerdasan yang sama tingginya atau bahkan lebih.
Namun tak jarang pula ditemukan fenomena yang sebaliknya. Tidak semua
anak cerdas terlahir dari orang tua yang cerdas. Hal ini membuktikan
adanya pengaruh dari faktor lingkungan. Bakat maupun kecerdasan juga
ditentukan oleh berbagai pengalaman yang sangat mendukung perkembangan
anak sejak usia dini. Lalu manakah faktor yang memberi sumbangan paling
besar bagi bakat anak? Faktor genetik? Atau faktor lingkungan?
Penelusuran mengenai bakat anak masih terus diteliti dan hingga saat ini
masih belum menemukan jawaban pasti. Berdasarkan fakta yang ada, faktor
lingkungan dan faktor genetik terbukti mempengaruhi perkembangan bakat
anak (meskipun belum diketahui secara pasti faktor mana yang
kontribusinya paling besar).
Pendidikan khusus untuk anak berbakat
merupakan sebuah jawaban atas beberapa masalah yang seringkali ditemui
oleh anak berbakat di sekolah umum. Biasanya anak berbakat akan
kesulitan menyesuaikan diri terhadap “iklim” sekolah yang berkaitan
dengan kurikulum dan metode pengajaran guru. Mengapa demikian? Anak
berbakat memiliki cara-caranya sendiri dalam belajar dan memahami banyak
hal. Pada umumnya mereka tetap mampu berprestasi meski tidak cocok
dengan pola pengajaran yang ada. Namun sebenarnya potensi mereka akan
lebih berkembang jika mereka dapat dimengerti dan difasilitasi dengan
baik.
Masalah yang muncul dalam proses belajar anak tidak hanya terjadi
di sekolah, tapi juga di rumah. Banyak orang tua dan sekolah yang masih
belum menyadari bahwa anak berbakat membutuhkan perhatian khusus di
bidang pendidikan. Orang-orang yang berada di lingkungan anak berbakat
sebaiknya peka terhadap kebutuhan anak. Sering kali anak berbakat justru
tidak memahami kondisi yang dimilikinya, maka coba kenali dan bantu
anak berbakat untuk mengembangkan potensinya.
Anak berbakat terkadang dianggap sebagai
anak yang menganggu atau nakal karena kemampuannya yang luar biasa
justru tidak disadari. Label buruk pada anak tidak hanya berdampak
terhadap motivasi belajar, tapi juga berdampak pada bagaimana anak
memandang dirinya sendiri di masa depan. Anak berbakat patut dan
memiliki hak untuk diperlakukan dengan adil. Setiap anak memiliki
keistimewaannya masing-masing. Mereka tetap berhak menerima pendidikan
untuk mengembangkan potensi dan mewujudkan segala impian yang telah
mereka gantungkan.sekian artikel ini saya buat lebih dan kurang saya mohon maaf.. Terimakasih
Wassalammualaikum wr.wb
No comments:
Post a Comment